Pedoman PKL

I. KETENTUAN UMUM

A. Latar Belakang

Dalam rangka meningkatkan keterampilan mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Mataram, maka sejak tahun ajaran 1996/1997 telah mewajibkan mahasiswa untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapang (PKL). Pada kurikulum 2009 bobot SKS pelaksanaan PKL sama dengan 3 (0.3) SKS.

B. Tujuan

Tujuan diadakan PKL adalah untuk :

  1. Mengusai dasar-dasar ilmiah sehingga mampu berfikir, bersikap dan bertindak sebagai ilmuan.
  2. Menambah wawasan dan pengalaman mahasiswa dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola peternakan dan/atau usaha lain di bidang perternakan yang dikelola secara tradisional maupun yang berorientasi agribisnis/wirausaha, baik yang dilaksanakan oleh lembaga/instansi pemerintahan atau swasta.
  3. Mampu mengikuti perkembangan pengetahuan dan keterampilan di bidang peternakan.

C. Syarat-syarat

  1. Mahasiswa dapat mengajukan PKL apabila telah memenihi > 90 SKS dengan IPK >2,0.
  2. Memprogramkan PKL dalam Kartu Rencana Studi (KRS) baik di semester gasal, semester genap, atau pada bulan libur antara Juli – Agustus bagi mahasiswa yang melaksanaka PKL di luar Lombok.
  3. Tiga puluh hari setelah PKL diprogramkan dalam KRS, mahasiswa harus mengajukan judul/topik PKL.
  4. Mahasiswa mengajukan judul/topik PKL ke Ketua Program Studi Peternakan dengan mengisi Form 1, ditandatangani oleh mahasiswa yang bersangkutan dan Dosen Wali/Penasihat Akademik. Melampirkan foto kopy KRS dan transkip nilai masing-masing rangkap empat (4).
  5. Ketua Program Studi akan memberikan pertimbangan dan mengarahkan mahasiswa untuk berkonsultasi dengan ketua laboratorium yang sesuai dengan topik yang direncanakan untuk menentukan dosen pembimbing.
  6. Ketua Laboratorium mendiskusikan bersama mahasiswa dan calon pembimbing PKL tentang topik yang akan diambil. Kemudian Ketua Laboratorium mengisi form Usulan Pengesahan Pembimbing (Form 2) dan dikirim ke Ketua Prpgram Studi. Persetujuan oleh Ketua Program Studi (tanggal, bulan, dan tahun disyahkan) dijadikan sebagai dasar pelaksanaan PKL dan penghitungan masa kadarluwarsa PKL. Selanjutnya apabila diperlukan untuk mahasiswa yang bersangkutan dengan persetujuan Dekan dapat diberikan Surat Pengantar Melaksanakan PKL (Form 3). Jawaban dan tempat PKL (Form 4) menandakan mahasiswa sudah dapat langsung melaksanakan PKL.
  7. Membuat Proposal PKL (lihat Lampiran 1, Lampiran 2 dan Lampiran 3) yang disetujui oleh Dosen Pembimbing.
  8. PKL dilaksanakan setelah semua persyaratan terpenuhi.

D. Waktu Pelaksanaan

  1. Waktu Pelaksanaan PKL dapat dilakukan pada semester gasal, semester genap atau pada masa liburan panjang (Juli-Agustus) terhitung sejak tanggal disyahkan Dosen Pembimbing oleh Ketua Program Studi (Form 2) sampai ujian PKL
  2. Lama pelaksanaan PKL adalah 1 (satu) semester atau 6 (enam) bulan, setara dengan 192 jam kerja efektif atau selama 30 – 63 hari kerja efektif dengan lama kerja kegiatan 3 – 7 jam setiap hari kerja yang dapat dilaksanakan secara berturut – turut atau bertahap.
  3. Apabila dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak tanggal ditandatanganinya persetujuan Dosen Pembimbing (Form 2) oleh Ketua Program Studi, mahasiswa belum ujian PKL, maka kepada mahasiswa yang bersangkutan diberi surat peringatan untuk segera melakukan ujian. Jika dalam tenggang waktu tersebut ujian tidak dapat dilaksanakan karena alasan yang dapat dipertimbangkan, makan kepadanya dapat diberikan kesempatan maksimal selama 6 bulan (satu semester). Jika dalam kurun waktu tersebut ujian tidak dapat dilaksanakan, maka PKL yang telah dilaksanakan dinyatakan kadaluwarsa dan diwajibkan mengulang PKL dengan judul/topik dan lokasi yang berbeda.
  4. Mahasiswa yang mengulang PKL statusnya sama seperti mahasiswa yang baru pertama kali melaksanakan PKL, yaitu harus mengulang semua persyaratan dari awal.

E. Bentuk Kegiatan

Bentuk Kegiatan PKL terdiri dari atas dua model :

  1. Model Magang ; Pada model ini kegiatan dilaksanakan secara individual berbentuk magang yang dapat dilakukan di Perusahaan, Koperasi, Dinas/Instansi Pemerintah dan di masyarakat (peternakan) yang dibuktikan dengan Daftar Kegiatan Harian (Lampiran 7).
  2. Model Mandiri; Sifat kegiatan pada model ini dapat dilaksankan secara individual atau kelompok (maksimal 5 orang ) yang kegiatannya dilakukan dalam bentuk usaha mandiri dengan ketentuan jumlah materi disesuaikan dengan kebutuhan dan harus setara dengan 30 – 63 hari waktu kerja efektif, yang dibuktikan dengan daftar kegiatan harian (Lampiran 7)

Catatan : Khusus bagi mahasiswa yang melaksankan PKL pada bulan Juli – Agustus dapat melaksanakan PKL model I dan model II dengan tetap harus menyertakan daftar kegiatan harian.

F. Pembimbing dan Fasilitator

1. Penetapan pembimbing dan fasilitator

  • Pembimbing bersasal dari dosen Fakultas Peternakan Universitas Mataram.
  • Fasilitaor berasal dari tempat dimana kegiatan PKL dilaksanakan.
  • Pembimbing ditetapkan oleh Ketua Program Studi dan disetujui oleh Dekan.
  • Fasilitator ditentukan oleh pimpinan/kepala/ketua Lembaga/Instansi tempat pelaksanaan PKL.
  • Bila pada tempat PKL tidak ada orang yang dapat dijadikan fasilitator, maka fasilitaotr dapat berasal dari tempat lain yang sesuai dengan bidang kajian PKL, setelah mendapat persetujuan atas usulan pembimbing.

2. Jumlah pembimbing dan fasilitator

  1. PKL model magang;Berbentuk magang, jumlah pembimbing adalah 1 (satu) orang yang didampingi oleh satu orang fasilitator.
  2. Berbentuk Mandiri yang pelaksanaannya dalam bentuk kerja mandiri jumlah fasilitator dapat dirangkap oleh pembimbing.

3. Pembimbing berkewajiban memonitor pelaksanaan PKL minimal 2 kali selama PKL berlangsung.

G. Laporan

1. Laporan PKL yang telah disetujui oleh Pembimbing harus ditulis, kemudian digandakan rangkap 5 (lima), dan diserahkan kepada ketua laboratorium, dosen pembimbing PKL, dosen penguji PKL, serta Program Studi masing – masing 1 (satu) eksamplar, dan sisanya untuk mahasiswa yang bersangutan.

Pada waktu menyerahkan laporan PKL ke Program Studi, mahasiswa menuliskan sendiri penyerahan tersebut pada log book dan meminta tanda bukti dari petugas di Program Studi (Lampiran 12).

Adapun cara penulisan mengikuti sistematika sebagai berikut :

a. Bidang kajian dan Topik PKL,

b. Pengesahan Pembimbing dan Ketua Program Studi ,

c. Kata Pengantar,

d. Daftar Isi,

e. Pendahuluan,

f. Kegiatan PKL,

g. Permasalahan dan Pemecahannya,

h. Kesimpulan dan Saran,

i. Bahan Acuan, dan

j. Lampiran

Penjelasan selengkapnya lihat Lampiran 4, Lampiran 5 dan Lampiran 6.

2. Selama kegiatan PKL mahasiswa mengisi Daftar Kegiatan Harian PKL (Lampiran 7)

3. Batas waktu penyelesaian PKL maksimal satu semester (6 bulan) sejak disyahkan pengusulan Dosen pembimbing PKL oleh Ketua Program Studi (Form 2)

4. Apabila dalam jangka waktu yang telah ditetapkan ternyata PKL belum diujikan maka :

5. Ketua Program Studi dapat melayangkan surat teguran untuk segera melaksanakan ujian.

6. Jika pada tenggang waktu tersebut ujian tidak dapat dilaksanakan karena alasan yang dapat dipertimbangkan, maka kepada mahasiswa tersebut dapat diberikan perpanjangan waktu penundaan ujian maksimal 6 bulan (1 semester).

7. Jika waktu perpanjangan tidak dapat dimanfaatkan maka PKL dinyatakan gugur/kadaluwarsa dan mahasiswa mengulang PKL dan memprogramkan pada semester berikutnya.

8. SKS PKL tidak diperhitungkan sebagai penentu IPK semester, apabila PKL yang diprogramkan belum diujikan.

H. Evaluasi

  1. Untuk keperluan evaluasi, mahasiswa harus mendaftarkan ke Program Studi dengan menyerahkan halaman pengesehan laporan akhir kegiatan PKL yang telah disetujui oleh pembimbing. Lembar Usulan pengesahan Penguji Ujian PKL (Lampiran 8), dan meyiapkan Lembar Penilaian (Lampiran 10)
  2. Penguji terdiri atas dosen pembimbing dan seorang dosen yang ditunjuk oleh Ketua Laboratorium dengan persetujuan Program Studi yang disyahkan oleh Dekan (dalam hal ini diwakili oleh PD I)
  3. Tujuan evaluasi untuk mentukan bobot nilai yang diperoleh mahasiswa (A,B,C,D dan E). Apabila mahasiswa mendapat nilai E, maka mahasiswa tersebut harus mengulang kembali PKL pada semester berikutnya.
  4. Evaluasi oleh pembimbing/penguji (bobot 70%).

Komponen – komponen yang dinilai meliputi :

1. Susunan laporan dengan bobot maksimal 10 % yang terdiri atas :

  • Sistematika
  • Tata Tulis
  • Tata bahasa

2. Kegiatan PKL dengan bobot maksimal 50 % yang terdiri atas :

  • Jumlah dan kualitas kegiatan
  • Identitas masalah
  • Cara pemecahan masalah

3. Penguasaan materi dengan bobot maksimal 40 % yang terdiri atas :

  • Presentasi
  • Diskusi

5. Evaluasi dan fasilitator (bobot 30 %)

Hal – hal yang di evaluasi oleh vasilitator meliputi :

  • Disiplin
  • Etika
  • Kerjasama
  • Keteramapilan

Penjelasan selanjutnya tercantum pada Lampiran 11 halaman 22.

6. Hasil akhir yang dipertanggungjawabkan disahkan oleh tim Penilai. (Lampiran 12).

I. Dana

Dana pelaksanaan kegiatan PKL menjadi tanggung jawab mahasiswa. Jika kegiatan PKL dilaksanakan di luar daerah sehingga pembimbing harus melakukan perjalanan jauh, maka mahasiswa dikenai biaya akomodasi dan transport pembimbing.

J. Lain-lain

Hal – hal yang belum diatur dalam pedoman ini akan diatur kemudian.

II. FORMULIR PKL

Formulir-formulir yang dibutuhkan saat PKL dapat diunduh di >>> Formulir PKL

III. FORMAT USULAN DAN LAPORAN PKL

Format Usulan dan Laporan PKL dapat diunduh di >>> Usulan dan Laporan PKL