Pelaksanaan Pendidikan

DAFTAR ISI

A. Program Pendidikan
B. Kegiatan Pendidikan
-. Sistem Kredit Semester
-. Beban Studi Dalam 1 Semester
-. Pengisian Kartu Rencana Studi (KRS)
-. Pengisian Kartu Rencana Studi (KRS)
-. Kuliah dan Praktikum
-. Ujian
-. Penilaian
-. Minat
-. Skripsi, PKL, dan KKN
-. Yudisium
-. Wisuda
-. Predikat Kelulusan
C. Evaluasi Hasil Belajar Mahasiswa
D. Cuti Akademik
E. Perpindahan Mahasiswa

 

PELAKSANAAN PENDIDIKAN

 

A. PROGRAM PENDIDIKAN

1. Landasan Pendidikan

Landasan pendidikan adalah Pancasila, UUD 1945 dan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS)

2. Jenjang Program Pendidikan

Program pendidikan di Fakultas Peternakan adalah semua kegiatan yang ditujukan untuk memberikan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pemberian ijazah sebagai penghargaan berakhirnya program pendidikan sesuai jenjangnya.Program pendidikan yang dilaksanakan dan gelar yang diberikan adalah :

  • Program Diploma (S0) dengan gelar Ahli Madya (A.Md)
  • Program Sarjana (S1) dengan gelar Sarjana Peternakan (S.Pt)

Program Sarjana (S1) adalah jenjang pertama dari program gelar dengan beban studi kumulatif minimal 144 SKS yang dijadwalkan selama 8 semester. Mahasiswa dapat menyelesaikan jumlah SKS tersebut dalam rentang waktu kurang dari 8 semester sampai paling lama 14 semester.

Khusus Program Sarjana (S1), Fakultas Peternakan Universitas Matarammemiliki1 (satu) Program Studi yakni Program Studi Peternakan dengan penyelenggaraan pendidikannya langsung di bawah Fakultas Peternakan. Program Studi Peternakan memiliki beban studi tertentu, dinyatakan dengan jumlah SKS; dan lama studi tertentu, dinyatakan dengan semester.

3. Tahun Akademik

Tahun Akademik penyelenggaraan pendidikan, dimulai pada bulan September. Satu tahun akademik dibagi menjadi dua semester, yaitu semester gasal dan genap. Setiap semester memuat sejumlah matakuliah dengan bobot SKS tertentu.

Evaluasi pelaksanaan dan hasil kegiatan akademik dilakukan setiap akhir semester dan/atau setiap akhir program akademik. Apabila diperlukan,kuliah semester pendek (KSP) dapat diselenggarakan diantara semester genap dan gasal sepanjang memenuhi ketentuan SKS dan kelayakan bagi pelaksanaannya. Ketentuan teknis pelaksanaan kuliah semester pendek ditetapkan oleh Program Studi.

4. Kurikulum dan Silabus

Kurikulum adalah seperangkat rencana pengajaran dan isi pengetahuan, maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Pendidikan dilaksanakan melalui berbagai aktivitas yang terdiri atas kegiatan perkuliahan, praktikum, resensi, diskusi, seminar, penelitian, kuliah kerja dan lainnya. Kurikulum yang menjadi dasar penyelenggaraan Program Studi terdiri atas kurikulum inti dan kurikulum institusional. Alokasi beban studi disesuaikan dengan bobot dan jenis matakuliah masing-masing, mengikuti ketentuan Kepmen 232/U/2000 dan Kepmen056/U/1994.

  • Kepmen No. 232/U/2000

Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) yaitu Kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap dan mandiri serta mempunyai tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Kelompok Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan keterampilan tertentu. Kelompok Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan dasar ilmu dan keterampilan yang dikuasai. Kelompok Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar ilmu dan keterampilan yang dikuasai. Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaedah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.

  • Kepmen No.056/U/1994

Kelompok Matakuliah Umum (MKU) adalah bahan kajian dan pelajaran dalam kurikulum perguruan tinggi yang menunjang pembentukan kepribadian dan sikap sebagai bekal mahasiswa memasuki kehidupan bermasyarakat. Kelompok Matakuliah Dasar Keahlian (MKDK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan pembentukan keahlian, baik untuk kepentingan profesi maupun untuk pengembangan ilmu dan teknologi. Kelompok Matakuliah Keahlian (MKK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli yang menguasai dasar metodologi ilmu, sehingga mampu menyelesaikan permasalahan dalam salah satu bidang ilmu sesuai dengan tingkat keahlian. Kelompok Matakuliah Pilihan (elektif) adalah kelompok matakuliah yang ditawarkan oleh program studi untuk dipilih oleh mahasiswa.
Kembali ke daftar isi
B. KEGIATAN PENDIDIKAN

1. Sistem Kredit Semester

Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistim administrasi pendidikan atau suatu sistem penyelenggaraan pendidikan yang menghargai beban studimahasiswa, beban kerja pengajar, dan beban penyelenggaraan program lembaga pendidikan yang dinyatakan dalam satuan kredit semester.

Tujuan umum penerapan SKS adalah agar fakultas lebih dapat memenuhi tuntutan pembangunan, memungkinkan penyajian program yang bervariasi dan fleksibel sehingga memberi kemungkinan lebih luas kepada mahasiswa memilih program yang sesuai dengan minat dan kemampuannya. Tujuan khusus penerapan SKS adalah :

  1. Memberi kesempatan kepada mahasiswa yang cakap dan giat belajar untuk menyelesaikan studi dalam waktu singkat.
  2. Memberi kesempatan kepada para mahasiswa mengambil matakuliah yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya.
  3. Mempermudah penyesuaian kurikulum dari waktu ke waktu dengan perkembangan ilmu pegetahuan dan teknologi yang pesat.
  4. Memberikan kemungkinan agar sistem evaluasi kemajuan belajar mahasiswa dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya.
  5. Memungkinkan pengalihan kredit antar fakultas, antar program studi dalam satu Perguruan Tinggi maupun antar Perguruan Tinggi yang lain.

Satu satuan kredit semester (1 sks) adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh melalui satu jam kegiatan terjadwal, terstruktur, terencana, dan mandiri yang dapat diiringi 2 – 4 jam per minggu tugas lain terstruktur dan mandiri selama satu semester atau tabungan pengalaman belajar lain yang setara.

Semester adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri dari 16 minggu kuliah dan kegiatan terjadwal lainnya, berikut kegiatan iringannya, termasuk 2 – 3 minggu kegiatan penilaian.

Satu satuan kredit semester (1 sks) untuk perkuliahan ditentukan atas dasar beban kegiatan yang meliputi 3 (tiga) macam acara per minggu, sebagai berikut :

a. Untuk Mahasiswa

Satu satuan kredit semester (1 sks) artinya kegiatan belajar mahasiswa terdiri dari:

  • 50 menit acara tatap muka terjadwal dengan tenaga pengajar dalam bentuk kuliah,
  • 60 menit acara kegiatan akademik terstruktur tidak terjadwal, tetapi direncanakan oleh tenaga pengajar, misalnya dalam bentuk pemberian tugas, penyelesaian soal/pekerjaan rumah, resensi buku/pustaka, dan
  • 60 menit acara kegiatan akademik mandiri yang dilakukan oleh mahasiswa untuk mendalami, mempersiapkan atau tujuan lain suatu tugas akademik, misalnya membaca buku referensi.

b. Untuk Dosen

Satu satuan kredit semester (1 sks) artinya kegiatan dosen dalam proses pembelajaran yang meliputi:

  • 50 menit acara tatap muka terjadwal dengan mahasiswa dalam bentuk kuliah,
  • 60 menit acara perencanaan dan evaluasi kegiatan akademik terstruktur, dan
  • 60 menit acara kegiatan pengembangan materi dan atau pengembangan metode pembelajaran

Satu satuan kredit semester (1 sks) untuk penyelenggaraan acara akademik lainnya diatur sebagai berikut :

    • Seminar dan kapita selekta, yaitu mahasiswa diwajibkan memberikan penyajian pada satu forum, sehingga satu sks sama seperti pada penyelenggaraan kuliah.
    • Praktikum, penelitian untuk penyusunan skripsi, praktik kerja lapang dan sejenisnya yang menyangkut kemampuan psikomotorik observasi, pengumpulan data, analisa data, pengolahan data dan sejenisnya, maka 1 sks sama dengan penyelesaian kegiatan selama 2 – 4 jam per minggu selama satu semester, atau keseluruhannya 32 – 64 jam per semester.

Kembali ke daftar isi

2. Beban Studi dalam Satu Semester

Program Studi Peternakan pada Fakultas Peternakan Unram menetapkan beban studi minimal 144 sks untuk mendapat gelar Sarjana Peternakan (SPt) dengan lama studi dalam rentang kurang dari 8 (delapan) sampai dengan 14 semester. Beban studi yang diambil mahasiswa dalam satu semester dapat berbeda antara mahasiswa satu dengan yang lainnya, dan besarnya sesuai dengan kemampuan dan indeks prestasi (IP) yang diperoleh pada semester sebelumnya. Jumlah sks dirancang sedemikian rupa agar mahasiswa dapat belajar secara efektif dan efisien. Khusus mahasiswa semester I maka sks yang ditempuh sudah ditentukan (paket).

3. Bimbingan Akademik dan KRS

Bimbingan Akademik dan pengisian KRS dilakukan oleh Dosen Penasehat Akademik (PA). Semua dosen tetap adalah PA bagi mahasiswa. Penentuan PA bagi setiap mahasiswa ditetapkan oleh Dekan berdasarkan usulan Ketua Program Sudi yang berlaku sejak permulaan tahun akademik sampai dengan mahasiswa yang bersangkutan mengakhiri studinya. Jika karena suatu sebab, seorang dosen PA berhalangan melaksanakan tugasnya maka Ketua Program Studi dapat menugaskan dosen tetap lainnya yang berasal dari laboratorium yang sama sebagai pengganti.

Tugas PA adalah memberikan nasehat akademik meliputi segala usaha penasehatan dan pembimbingan akademik yang bertujuan agar mahasiswa dapat menyelesaikan program studinya secara efektif dan efisien sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya. Penasehat Akademik memberikan pengarahan, bimbingan dan bantuan kepada mahasiswa dalam : a) Penghitungan jumlah sks dan IP dan IPK yang dicapai, b) Bimbingan untuk menentukan jenis matakuliah yang akan diprogramkan, c) Pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) dan Kartu Perkembangan Akademik (KPA), d) Membantu memecahkan masalah akademik, dan e) Hal-hal lain yang mempengaruhi kegiatan akademik.

Bimbingan akademik dilakukan pada setiap awal semester secara perorangan maupun kelompok sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam kalender akademik. Bimbingan lainnya dapat dilakukan secara perorangan atau kelompok setiap saat diperlukan. Apabila PA mengalami kesulitan dalam memberikan bimbingan, dapat meminta bantuan kepada Unit Pelayanan Bimbingan dan Konseling Universitas Mataram. KPA dimaksudkan untuk mempermudah mahasiswa dan PA mengecek mutu/prestasi setiap matakuliah yang telah diprogramkan.

4. Pengisian Kartu Rencana Studi (KRS)

Pengisian KRS dilaksanakan dalam batas waktu sebagaimana tercantum dalam Kalender Akademik dan mendapat persetujuan PA. Perencanaan dimaksud meliputi matakuliah yang diprogramkan untuk semester tersebut. Pengisian KRS dilakukan secara online. Perubahan KRS hanya dapat dilakukan sesuai jadwal pada kalender akademik. Pada saat pengisian KRS, terutama setelah semester pertama, PA dan mahasiswa harus memperhatikan prasyarat dari matakuliah yang akan diprogramkan. Mahasiswa dapat menempuh mata kuliah jika mata kuliah prasyaratnya sudah pernah ditempuh. Batas beban kredit untuk program S1 seperti tertera pada Tabel berikut ini :

Batas beban SKS maksimum yang dapat diprogramkan

SKS yang direncanakanSKS yang dicapaiIP yang dicapai
0,00 – 1,491,50 – 1,992,00 – 2,492,50 – 2,993,00-4,00
Jumlah SKS maksimum yang dapat direncanakan
19 – 2419 – 241618202224
19 – 2413 – 181517192123
13 – 1813 – 181416182022
19 – 247 – 121315171921
13 – 187 – 121214161820
7 – 127 – 121113151719
19 – 240 – 61012141618
13 – 180 – 6911131517
7 – 120 – 6810121416
0 – 60 – 679111315

Kembali ke daftar isi
 5. Kuliah dan Praktikum

Kuliah adalah suatu proses penyampaian materi pelajaran oleh dosen kepada mahasiswa dalam bentuk tatap muka (ceramah, diskusi) sebagai salah satu manifestasi dari proses belajar-mengajar. Mahasiswa dibenarkan mengikuti kuliah apabila telah memenuhi persyaratan adminitrasi akademik, telah membayar SPP pada semester tahun akademik berlangsung. Memprogramkan matakuliah yang bersangkutan dalam KRS pada semester yang sedang berlangsung sesuai kalender akademik. KRS diisi oleh mahasiswa, disetujui dosen PA, dan Ketua Program Studi.

a. Persiapan Kuliah

  • Petugas ruang kuliah bertanggung jawab terhadap kerapian ruang kuliah, dan mempersiapkan media perkuliahan antara lain: alat tulis, penghapus, white board, OHP, wireless, Laptop & LCD, dan lainnya yang diperlukan.
  • Petugas daftar hadir mempersiapkan daftar hadir mahasiswa dan dosen pada setiap awal semester dan diserahkan pada dosen pada setiap kuliah berlangsung.
  • Dosen harus mengetahui/mensyahkan kehadiran mahasiswa pada daftar hadir.
  • Dosen diwajibkan mengisi daftar hadir, materi perkuliahan, metode perkuliahan, dan media yang digunakan selama kuliah.
  • Mahasiswa mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kuliah yang bersangkutan.
  • Mahasiswa sudah siap di ruang kuliah sebelum kuliah dimulai.

b. Mahasiswa

  • Mahasiswa berhak mengikuti kuliah yang diprogramkan dalam KRS, dan wajib mengikuti kuliah tersebut secara teratur dan tertib.
  • Mahasiswa wajib menandatangani daftar hadir, berpakaian sopan, rambut dicukur rapi, tidak memakai sandal dan baju kaos oblong.

c. Dosen

  • Dosen wajib memberi kuliah sesuai jadwal, namun bila berhalangan, maka sebelumnya wajib memberi tahu kepada pembina matakuliah atau Ketua Program Studi untuk memberitahu kepada dosen kelompok pengajar untuk mengganti mengajar matakuliah tersebut.
  • Dosen berhak menegur dan/atau mengeluarkan mahasiswa yang mengganggu kelancaran kuliah dari ruang kuliah, setelah memberi peringatan terlebih dahulu.

d. Praktikum

    • Praktikum adalah matakuliah pengajaran yang efektif untuk mencapai keterampilan yang tinggi, keterampilan afektif dan keterampilan psikomotorik secara bersamaan.
    • Praktikum dapat dilaksanakan dalam 3 bentuk, yaitu praktikum laboratorium, lapangan, atau kombinasi keduanya dengan lama waktu masing-masing 3 jam/minggu untuk praktikum di laboratorium dan 4-5 jam/minggu untuk praktikum di lapangan.
    • Nilai praktikum diperhitungkan dalam penghitungan nilai akhir sesuai dengan bobot SKS. Nilai praktikum hanya berlaku 1 tahun (2 semester). Bila mahasiswa tidak mengikuti praktikum, nilai dinyatakan tidak lengkap dengan nilai TL.
    • Laboratorium adalah sarana penunjang dalam satu atau sebagian cabang ilmu dan teknologi sebagai sumber daya dasar untuk pengembangan ilmu dan teknologi.
    • Fungsi Laboratorium antara lain: mempersiapkan sarana penunjang untuk melaksanakan pendidikan dan pengajaran dalam satu atau sebagian cabang ilmu dan teknologi tertentu sesuai dengan bidang studi yang bersangkutan, dan sebagai sarana untuk pelaksanaan penelitian dan pengembangan.

Kembali ke daftar isi

6. Ujian

a. Persyaratan

Setiap mahasiswa Fakultas Peternakan berhak mengikuti ujian dengan syarat-syarat sebagai berikut :

  • Terdaftar sebagai mahasiswa pada tahun akademik pada semester yang sedang berjalan.
  • Mahasiswa dapat mengikuti ujian akhir semester pada setiap matakuliah yang diprogramkan dalam KRS, bila memenuhi minimal 75 % kehadiran dari seluruh waktu kuliah, yakni minimal 12 kali dari 16 kali perkuliahan. Bila matakuliah tidak mencapai 12 kali tatap muka, maka matakuliah tersebut tidak dapat diujikan.
  • Terkait dengan poin b di atas, maka dosen wajib melakukan tatap muka dari setiap matakuliah minimal 12 kali per semester.
  • Jika dalam semester berjalan terdapat hari libur, maka dosen wajib mengganti tatap muka pada waktu yang lain agar kuliah mencapai minimal 12 kali.
  • Ketidakhadiran mahasiswa dalam kuliah karena sakit, mendapatkan musibah, karena mengikuti kegiatan lain yang ditugaskan oleh Fakultas/Universitas, tidak diperhitungkan dalam jumlah kehadiran minimum untuk mengikuti ujian. Ketentuan ini berlaku, bila ada surat keterangan yang dibuat oleh pejabat yang berwenang dan diserahkan sebelum matakuliah bersangkutan diujikan.
  • Ketidakhadiran mahasiswa tersebut di atas (poin e), walaupun dilengkapi dengan surat keterangan yang sah hanya dapat diakui jika jumlah kehadiran dalam semester berjalan adalah > 50% (8 kali tatap muka).
  • Ujian dapat dilakukan secara tertulis, lisan, tugas, karya tulis ilmiah, atau bentuk lain sesuai dengan sifat dan jenis matakuliah.
  • Soal ujian disusun dengan memperhatikan tingkat kesulitan yang mencakup antara lain materi dan jenis kemampuan sesuai dengan SAP dan GBPP.
  • Hasil ujian diumumkan kepada mahasiswa sesuai batas waktu yang ditetapkan. Jika dosen terlambat menyerahkan hasil ujian, maka Fakultas dapat memberikan nilai sementara B* (B bintang). Nilai B bintang ini akan berubah setelah nilai sebenarnya diserahkan oleh Dosen matakuliah bersangkutan kepada bagian akademik.

 b. Jenis Ujian

 1) Ujian Matakuliah Terjadwal

Diselenggarakan setiap semester meliputi: Kuis (U1), Ujian Tengah Semester (U2) dan Ujian Akhir Semester (U3). Ujian praktikum didapatkan dari ujian dan laporan praktikum (U4).

Nilai Akhir (NA) adalah nilai keseluruhan untuk matakuliah. Untuk kuliah dengan praktikum, bila nilai U4 tidak ada (mahasiswa tidak mengikuti praktikum) maka nilai akhir dinyatakan tidak lengkap (TL) dan tidak diikutkan pada penghitungan indeks prestasi. Formula penghitungan nilai akhir untuk:

nilai

2) Ujian Matakuliah Tidak Terjadwal

  •  Ujian Istimewa

Ujian istimewa adalah ujian yang dilakukan di luar jadwal, ditetapkan dan diberikan kepada mahasiswa, dengan persyaratan sebagai berikut:

  1. Telah mengikuti kuliah selama 14 semester efektif, dan ujian diberikan segera setelah semester 14 bagi mahasiswa bersangkutan.
  2. Diberikan hanya satu kali pada akhir masa studi, karena yang bersangkutan tidak mempunyai kesempatan lagi untuk memprogramkan matakuliah tersebut.
  3. Matakuliah yang akan diujikan, pernah diprogramkan sebelumnya dengan nilai D atau E.
  4. Telah lulus praktikum bagi matakuliah yang memiliki bobot SKS praktikum.
  5. Jumlah SKS yang diperkenankan maksimum 10 SKS
  6. Nilai hasil ujian istimewa maksimum C.
  7. Teknis pelaksanaan ujian istimewa diatur oleh Program Studi sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Ujian Khusus (Susulan)

Ujian Khusus (Susulan) adalah ujian yang diberikan kepada mahasiswa yang tidak dapat mengikuti ujian terjadwal secara reguler, karena alasan sakit, mendapat musibah, dan lain lain, yang harus dibuktikan dengan surat keterangan dokter atau bukti lain yang dapat dipertanggungjawabkan. Keadaan dimaksud di atas diberitahukan segera kepada Dekan Fakultas (cq. Pembantu Dekan I), paling lambat 7 hari setelah matakuliah yang bersangkutan diujikan. Teknis pelaksanaan ujian khusus (susulan) diatur oleh Pengelola Program Studi.
Kembali ke daftar isi

  • Ujian PKL, Skripsi dan Komprehensip

Ujian PKL, skripsi dan komprehensip dapat dilakukan setelah laporan PKL dan skripsi sudah disetujui dan ditandatangani oleh semua pembimbing. Penguji ditunjuk oleh ketua Program Studi dengan pertimbangan sesuai dan terkait dengan bidang keilmuan.

Mahasiswa dapat mengajukan permohonan ujian skripsi bila mahasiswa bersangkutan telah memenuhi ketentuan sebagai berikut:

  1. Tidak memiliki nilai E dari seluruh matakuliah.
  2. Nilai D maksimal 15 SKS, dengan ketentuan maksimal 6 SKS pada kelompok MKK.
  3. Ketentuan lain diatur khusus oleh Program Studi yang tercantum dalam Buku Pedoman Skripsi.

7. Penilaian

Sistem penilaian yang digunakan adalah sistem Penilaian Acuan Norma (PAN) atau Penilaian Acuan Patokan (PAP).

  • Penilaian Acuan Norma (PAN)

Penilaian yang digunakan untuk mengukur kemampuan mahasiswa berdasarkan norma kelompok (membandingkan hasil belajar mahasiswa terhadap hasil mahasiswa lain dalam kelompok). PAN sebaiknya digunakan bila jumlah mahasiswa yang dinilai > 40 orang.

alt1alt2alt3

  • Penilaian Acuan Patokan (PAP)

Pada dasarnya menggunakan kurva normal dan hasil belajar mahasiswa didistribusi menjadi kelompok sangat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang. PAP sebaiknya digunakan bila jumlah mahasiswa yang dinilai ≤40.

pap 8. Minat

Mahasiswa yang akan melaksanakan penelitian dengan minat bidang keilmuan tertentu, diwajibkan telah menempuh matakuliah prasyarat minat dengan nilai minimal C. Matakuliah prasyarat minat adalah sebagai berikut:

  • Minat Nutrisi dan Makanan Ternak

Matakuliah prasyarat:

  1. Landasan Ilmu Nutrisi
  2. Ilmu Nutrisi Ternak Ruminansia*)
  3. Ilmu Nutrisi Ternak Non Ruminansia*)
  4. Ilmu Tanaman Makanan Ternak*)
  • Minat Produksi Ternak

Matakuliah prasyarat:

  1. Pengantar Ilmu dan Industri Peternakan
  2. Ilmu Pemuliaan Ternak*)
  3. Ilmu Reproduksi Ternak*)
  4. Ilmu Produksi Ternak Potong & Kerja*)
  5. Ilmu Produksi Ternak Perah*)
  6. Ilmu Produksi Ternak Unggas*)
  • MinatSosial Ekonomi Peternakan

Matakuliah prasyarat:

  1. Ilmu Ekonomi Umum
  2. Manajemen Agribisnis Peternakan
  3. Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan Peternakan
  • MinatTeknologi Hasil Ternak

Matakuliah prasyarat:

  1. Mikrobiologi
  2. Ilmu dan Teknologi Telur dan Susu
  3. Ilmu dan Teknologi Daging dan Hasil Ikutan Ternak

*) Pilih salah satu sesuai dengan penelitian yang dilakukan
Kembali ke daftar isi
9. Skripsi, PKL dan KKN

    • Setiap mahasiswa diwajibkan melakukan kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) atau kegiatan lain yang setara, menyusun Laporan PKL dan Skripsi.
    • Bobot SKS untuk masing-masing kegiatan di atas ditentukan seperti tercantum pada tata letak matakuliah.
    • Mahasiswa diperkenankan mengajukan rencana judul skripsi (proposal) setelah memperoleh 80% dari SKS minimum yang ditentukan oleh Program Studi (80% x 144SKS), dengan IPK ≥ 2,0.
    • Judul Skripsi diajukan kepada Ketua Program Studi.
    • Penetapan pembimbing Skripsi oleh Ketua Program Studi, dengan memperhatikan bidang ilmu dan keahlian dosen melalui usulan Ketua Laboratorium.
    • Selain jumlah SKS yang disyaratkan, juga mahasiswa tersebut sudah mengikuti matakuliah Metodologi Penelitian dan Rancangan Percobaan dengan nilai minimum C.
    • Pedoman penulisan karya ilmiah diatur tersendiri dalam Buku Pedoman Pelaksanaan Penulisan Proposal dan Skripsi.
    • Program PKL diatur tersendiri dalam Buku Pedoman PKL.
    • Setiap mahasiswa diwajibkan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN).
    • KKN adalah kegiatan intrakurikuler dengan bobot 3 SKS dan merupakan satu kesatuan beban kredit pada program terkait.
    • Mahasiswa dapat memprogramkan KKN, bila telah memperoleh minimal 120 SKS yang terdiri dari 108 SKS yang sudah ditempuh dan 12 SKS yang sedang diprogramkan, dengan IPK minimum 2,0.
    • Program Studi dapat mengadakan kegiatan setara KKN dan setara 207 jam/semester dan dilaksanakan oleh Fakultas sesuai SK Rektor Unram No.7497/J18.H/HK.01.07/2006).

Kembali ke daftar isi

10. Yudicium

  • Yudicium adalah hasil keputusan rapat resmi Dekan Fakultas, Pembantu Dekan, Ketua Program Studi, Ketua Laboratorium, dan Dosen PA untuk melakukan evaluasi terakhir bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya.
  • Mahasiswa dinyatakan telah menyelesaikan program pendidikan pada Fakultas Peternakan Universitas Mataram dengan persyaratanminimal 144 SKS
  • Lulus semua matakuliah MPK (tidak boleh ada nilai D & E), nilai D maksimum masing-masing : 15 SKS yang terdiri dari 6 SKS pada MKK.
  • Menyerahkan skripsi yang sudah dijilid (hard copy) dan soft copy beserta artikel ilmiah pada Program Studi. Syarat selanjutnya adalah memenuhi semua ketentuan administrasi yang berlaku.

 11. Wisuda

  • Wisuda adalah suatu upacara pengukuhan dan pelepasan para mahasiswa yang wajib diikuti oleh mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya.
  • Mahasiswa yang berhak diwisuda adalah yang telah dinyatakan lulus dengan surat keputusan Yudicium dari Dekan, serta telah memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan.
  • Wisuda dilaksanakan 4 kali dalam setahun yaitu pada bulan September,Desember, Maret danJuni.
  • Syarat-syarat dan tata cara serta teknis pelaksanaan wisuda akan ditetapkan kemudian dalam suatu ketentuan universitas.

12. Predikat Kelulusan

  • Mahasiswa yang telah menyelesaikan program pendidikan dinyatakan lulus dengan predikat yang dikategorikan sebagai berikut:
  • Cum laude(pujian), bila memperoleh IPK 3,51 – 4,00, tidak mempunyai nilai D, lama studi maksimum (n tahun) tanpa memperhitungkan masa cuti yang telah diambil dan nilai tidak diperoleh melalui program/ujian ulang.
  • Sangat memuaskan, apabila memperoleh IPK 2,76 – 3,50.
  • Memuaskan, apabila memperoleh IPK 2,00 – 2,75.
  • Lulusan terbaik ditentukan melalui rapat pimpinan dengan memperhatikan IPK tertinggi, tidak pernah mengulang dan waktu tercepat.

Kembali ke daftar isi
C. EVALUASI HASIL BELAJAR MAHASISWA

Evaluasi hasil belajar mengajar adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui keberhasilan mahasiswa setelah mengikuti suatu pendidikan pada periode tertentu. Evaluasi dalam proses belajar mengajar dilakukan secara kognitif, affektif dan psikomotorik. Hasilnya merupakan umpan balik bagi dosen untuk meningkatkan kualitas pengajarannya. Dinyatakan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), dihitung menggunakan formula :

ipkEvaluasi terhadap mahasiswa dapat dilakukan pada setiap akhir semester, akhir empat semester pertama (dua tahun pertama), dan pada akhir program pendidikan atau akhir semester delapan, dan sebelum akhir semester 14. Evaluasi pada setiap akhir semester digunakan untuk mengetahui keberhasilan setiap mahasiswa yang telah memprogramkan beberapa matakuliah pada semester bersangkutan. Selain itu, menjadi masukan bagi Penasehat Akademik dalam

membimbing mahasiswa merencanakan kegiatan belajar pada semester berikutnya.

Evaluasi pada akhir tahun kedua dilakukan untuk menentukan apakah mahasiswa dapat melanjutkan studinya atau tidak. Mahasiswa dinyatakan dapat melanjutkan studi bila telah mencapai minimum 40 SKS dengan IPK minimum 2,0 tanpa nilai E. Evaluasi pada akhir program studi untuk menentukan apakah mahasiswa tersebut telah menyelesaikan studinya atau belum, dilakukan setelah mahasiswa kuliah maksimum 14 semester efektif.

Mahasiswa yang tidak dapat memenuhi ketentuan dinyatakan gagal (DO). Jika diperlukan, kepada mahasiswa bersangkutan diberikan surat keterangan atau sertifikat yang menyatakan jumlah SKS serta IPK yang telah dicapai. Bagi mahasiswa yang telah kuliah secara efektif selama 14 semester namun belum bisa menyelesaikan tugas akhir (skripsi) dimungkinkan mengajukan perpanjangan masa studi maksimum satu semester, jika menurut pertimbangan Fakultas bahwa yang bersangkutan diperkirakan dapat menyelesaikan seluruh programnya pada waktu perpanjangan.

Permohonan perpanjangan masa studi diajukan ke Rektor dengan rekomendasi Dekan dan pembimbing skripsi mahasiswa yang bersangkutan, paling lambat satu bulan sebelum semester ke 14 berakhir. Apabila Rektor memberikan persetujuan atas permohonan perpanjangan masa studi, mahasiswa bersangkutan harus segera membayar SPP pada masa perpanjangan melalui BAAKPSI.
Kembali ke daftar isi
D. CUTI AKADEMIK

Cuti akademik diatur sebagai berikut :

  • Mengajukan permohonan cuti akademik kepada Rektor paling lambat satu minggu sebelum Ujian Tengah Semester.
  • Cuti akademik dapat diberikan kepada mahasiswa sebanyak-banyaknya 4 semester, baik sekaligus maupun terputus-putus.
  • SPP mahasiswa yang mengambil cuti akademik setelah kuliah berjalan sesuai kalender akademik tidak dapat ditarik kembali.
  • Pengajuan untuk aktif kembali bagi mahasiswa yang mengambil cuti akademik harus dilaksanakan sebelum pembayaran SPP semester bersangkutan.
  • Mahasiswa yang mengambil cuti akademik secara berturut-turut lebih dari satu semester, dimungkinkan mengajukan aktif kembali sebelum cuti yang diminta berakhir.

 

E. PERPINDAHAN MAHASISWA

Mahasiswa pindahan adalah mereka yang pindah dari program studi dalam satu fakultas, antar fakultas di lingkungan UNRAM, dan dari Perguruan Tinggi Negeri lain.

Tata cara dan syarat-syarat Perpindahan antar Universitas

  • Mengajukan surat permohonan menjadi mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Mataram kepada Rektor/Dekan.
  • Permohonan dilakukan paling lambat satu bulan sebelum semester yang berjalan berakhir.
  • Menyerahkan surat pindah dari universitas asal.
  • Terdaftar (aktif kuliah) minimum selama 2 semester pada PTN asal, dan sesuai dengan salah satu jenjang pendidikan fakultas, jurusan atau program studi yang ada.
  • Mempunyai IPK minimum 2,00.
  • Bukan mahasiwa drop out dan/atau terkena hukuman dikeluarkan dengan tidak hormat.
  • Membayar SPP sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  • Membawa rekomendasi dari universitas asal bahwa yang bersangkutan berkelakuan baik, tidak tercela dan bebas narkoba.
  • Berikutnya memenuhi kewajiban-kewajiban lain yang ditentukan oleh fakultas maupun universitas.

Tata cara dan syarat-syarat Perpindahan antar Fakultas

  • Perpindahan mahasiswa antar fakultas di lingkungan Universitas Mataram dimungkinkan sepanjang memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh fakultas penerima.
  • Mempunyai IPK minimum 2,0.
  • Bukan mahasiwa drop out dan/atau terkena hukuman dikeluarkan dengan tidak hormat.
  • Masih tersedia tempat sesuai dengan daya tampung yang dinyatakan dengan rekomendasi Dekan Fakultas penerima.
  • Permohonan pindah tersebut diajukan kepada Rektor paling lambat 1 bulan sebelum semester berjalan berakhir yang bersangkutan terdaftar (aktif kuliah) di fakultas asal minimum 2 semester.

Kembali ke daftar isi