Identifikasi Kebutuhan Masyarakat/Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDIK), Fakultas Peternakan Universitas Mataram

Published On: March 1st, 2026Categories: Berita FakultasBy

A. Pendahuluan

Fakultas Peternakan Universitas Mataram meemgang peranan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdayasaing sesaui kebutuhan masyarakat peternak, dunia usaha, serta Dunia Usaha Dunia Industri dan Kerja (DUDIK) yang bergerak di bidang Peternakan. Fakultas Peternakan berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga keterampilan praktis serta kepekaan sosial yang tinggi.

Guna menjaga kesesuaian antarai kurikulum, capaian pembelajaran, dan mutu lulusan, identifikasi kebutuhan DUDIK menjadi langkah yang sangat krusial. Dokumen ini disusun untuk mengidentifikasi kompetensi utama yang di butuhkan, perkembangan dan tren industri peternakan, serta tantangan yang dihadapi masyarakat dalam rangka merumuskan strategi akademik dan pengembangan fakultas yang adaptif responsive terhadap dinamika sektor peternakan.

B. Metode Identifikasi

Identifikasi kebutuhan DUDIK di lingkungan Fakultas Peternakan dilakukan dengan beberapa pendekatan:

  1. Survei dan Kuesioner: Menghimpun data dari peternak, pengrajin peternakan, perusahaan ternak, pelaku industri peternakan hingga asosiasi profesi peternakan;
  2. Focus Group Discussion (FGD): Diskusi mendalam dengan pengusaha ternak, pemerintah, LSM Konsepsi, akademisi, dan alumni;
  3. Studi Dokumen: regulasi pemerintah Pergub, UU Peternakan, laporan tren industri Peternakan, serta roadmap Fakultas Peternakan;
  4. Kerja sama dengan DUDIK: Menjalin kemitraan dengan pihak Eropa dan Indonesia dalam Proyek Erasmus antara lain (C.G.S. DI COLICCIA MICHELE&C.S.A.S (CGS), DIMIOURGIKI SKEPSI ANAPTYXIS (CRETHIDEV), Kementrian Perindustrian Indonesia dan Asosiasi Penyamak kulit Indonesia); demikian pula dengan Coffey International Development PTY LTD; IMORI FARM Jepang; Marufuku Co. Japan; PT. Sadhana Arif Nusa; CV Lestari Jaya Farm; Advocacy Workshop for Village Empowerment and Development (Bengkel APPeK) East Nusa Tenggara; Lembaga KONSEPSI; Lembaga TRANSFORM; Lembaga YPPS; Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak; Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat; Red Meat & Cattle Partnership Australia; Australian Centre for International Agricultural Research; Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB; Koperasi Konsumen Serba Usaha Gumi Utara Sejati; CV. Samawa Global Farm (CV. SGF); KONEKSI; UD Km 9; Balai Besar Veteriner Denpasar Bali; Balai Karantina Hewan Lembar; PT. Meroke NTB; UD. Jalal Parman; Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaaan Teruwai; Puskeswan Selong; Puskeswan Suela; Puskeswan Wanasaba; Puskeswan Suralaga; Puskeswan Pujut; Puskeswan Priggarat; Puskeswan Masbagik; Puskeswan Sakra; Puskeswan Tanjung; Puskeswan Sakra Timur; Cahaya Rezki Farm; College of Agriculture and Natural; PT. Abe Farm; PT. Agro Eco Veda.

C. Hasil Identifikasi Kebutuhan DUDIK

Berdasarkan identifikasi, kebutuhan kompetensi lulusan Fakultas Peternakan antara lain:

  1. Etika Peternakan: Kesadaran penggunaan hewan ternak, etik, dan pengelolaan lahan ternak sesuai AMDAL, penanganan ternak dengan pemperhatikan aspek ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal);
  2. Keahlian Bidang Ilmu Peternakan: Pengelolaan sumber daya peternakan berkelanjutan, manajemen agribisnis ternak unggas, ternak kecil hingga ternak besar;
  3. Kemampuan berbahasa asing:  Keterampilan komunikasi antar peternak, regulator, industri, serta negosiasi dagang internasional hasil ternak;
  4. Penggunaan Teknologi Informasi: IoT untuk keteknikan dan Peternakan Cerdas, Penguasaan e-book, sistem informasi geografis (GIS), Penguasaan e-skripsi, Penguasaan e-jurnal dan big data recording ternak;
  5. Inovasi Produk dan Kreativitas:  Kemampuan menciptakan produk olahan hasil peternak dengan nilai tambah, teknologi ramah lingkungan, dan diversifikasi usaha;
  6. Kewirausahaan Peternak: Kemampuan wirausaha dalam usaha budidaya, pengolahan pakan dan pengolahan Produk Peternakan;
  7. Kerjasama: Respon terhadap mitra usaha, industri maupun mitra kerja baik lokal, nasional maupun internasional.

D. Implikasi terhadap Kurikulum dan Pengembangan Fakultas

Hasil identifikasi tersebut mendorong Fakultas Peternakan untuk menyesuaikan kurikulum dan strategi pengembangan:

  1. Kurikulum: Mendorong mahasiswa merancang proyek bisnis peternakan berkelanjutan berbasis kepulauan.
  2. Integrasi Teknologi Peternakan: Memperkuat mata kuliah penciri peternakan berbasis kepulauan dan Keteknikan dan Peternakan cerdas;
  3. Penguatan Magang dan Praktek Lapangan: Memperluas jaringan kerjasama dengan universitas dalam & luar negeri, usaha peternakan, industri, Lembaga peternakan, perindustrian dan lembaga riset;
  4. Sertifikasi Kompetensi – Fasilitasi sertifikasi dibidang produksi ternak, pakan ternak, sosial ekonomi, Kesehatan hewan, peyembelihan halal, pemuliaan & reproduksi dan teknologi hasil peternakan;
  5. Problem Based Learning (PBL) : Mata Kuliah yang pembelajarannya menggunakan metode kasus dan/atau proyek/sejenis antara lain: Pengantar Ilmu Peternakan; Statistik dan Aplikasi computer; Ternologi Hasil Ternak; Higiene dan Keamanan pangan; Kewirausahaan; Farmakologi dan Obat Tradisional; Penyuluhan dan komunikasi; Patologi Klinik; Ekonomi Perusahaan; Analisa bisnis; Manajemen Kesehatan Ruminansia; Manajemen Kesehatan Non Ruminansia; Manajemen Kesehatan Unggas; Manajemen Kesehatan Hewan Kesayangan; Pemasaran.

E. Kesimpulan dan Rekomendasi

Identifikasi kebutuhan masyarakat dan DUDIK menegaskan bahwa lulusan Fakultas Peternakan harus memiliki kompetensi sikap Pengetahuan dan keterampulan. berorientasi pada keberlanjutan, serta adaptif terhadap tantangan industri peternakan. Sehingga Fakultas Peternakan perlu menyusun kurikulum yang dinamis, memperkuat jejaring dengan mitra strategis, dan mendorong inovasi teknologi serta entrepreniur. Dengan demikian, lulusan Fakultas Peternakan siap menghadapi dinamika global sekaligus memberi kontribusi nyata bagi kemandirian pangan dan Pembangunan Peternakan Indonesia.

F. Tindak Lanjut

Sebagai langkah konkrit, Fakultas Peternakan akan:

  1. Mengadakan forum rutin bersama stakeholder untuk memperbarui kurikulum;
  2. Mengembangkan pusat studi Peternakan berbasis kepulauan sebagai rujukan Nasional;
  3. Mendorong partisipasi mahasiswa dalam riset terapan, dan sertifikasi kompetensi;
  4. Mengoptimalkan peran alumni sebagai mitra strategis penghubung antara akademisi, pengusaha, industri, pemerintah dan masyarakat.

Dokumen ini menjadi pedoman Fakultas Peternakan dalam memastikan kegiatan tridharma kurikulum, lulusan, tetap unggul, dan berdaya saing internasional.