RUBRIK: PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN (Academic & Learning News)

Inovasi Riset Fakultas Peternakan Unram Dorong Sapi Bali Jadi Daging Premium Nasional
Upaya pengembangan sapi Bali sebagai sumber daging unggulan nasional terus diperkuat melalui riset dan inovasi di bidang peternakan. Hal tersebut menjadi bagian dari diskusi dan pengembangan potensi sapi Bali yang berlangsung pada 22 Agustus 2020, yang menyoroti pentingnya peningkatan kualitas daging sapi lokal agar mampu bersaing dengan produk impor. Para peneliti dari Fakultas Peternakan Universitas Mataram menilai bahwa sapi Bali memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai komoditas daging premium berbasis sumber daya lokal Indonesia. Guru Besar Fakultas Peternakan Unram, Dahlanuddin, menjelaskan bahwa sapi Bali merupakan plasma nutfah ternak asli Indonesia yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap lingkungan tropis serta karakter cita rasa daging yang khas. Meski selama ini sapi Bali sering dianggap memiliki pertumbuhan relatif lambat dan tekstur daging yang kurang empuk dibandingkan beberapa jenis sapi impor, berbagai pendekatan penelitian menunjukkan bahwa kualitas daging sapi Bali dapat ditingkatkan melalui perbaikan manajemen pemeliharaan, teknologi pengolahan daging, serta strategi nutrisi yang tepat.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian Republik Indonesia saat itu, Syahrul Yasin Limpo, Prof. Dr. Ir. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si., M.H., turut menyampaikan apresiasi terhadap hasil pengembangan daging sapi Bali yang dikenal dengan konsep “Lamtoro Beef.” Ia mengungkapkan bahwa untuk pertama kalinya dirinya mencicipi daging sapi Bali dengan tekstur yang sangat lembut dan kualitas rasa yang tidak kalah dengan daging sapi impor. Menurutnya, inovasi pemanfaatan pakan lokal berupa tanaman lamtoro mampu memberikan karakter rasa yang khas serta meningkatkan kualitas daging sapi Bali. “Ini menunjukkan bahwa sapi lokal kita memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk daging unggulan nasional,” ujarnya.
Penelitian yang dilakukan juga menyoroti pemanfaatan pakan lokal seperti daun turi dan lamtoro yang banyak tersedia di berbagai wilayah Indonesia. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sapi Bali yang mengonsumsi pakan berbasis lamtoro menghasilkan karakter rasa daging yang lebih khas dan unik dibandingkan pakan lainnya. Selain itu, daging sapi Bali juga dikenal memiliki kandungan lemak yang relatif lebih rendah sehingga berpotensi menjadi pilihan daging yang lebih sehat bagi konsumen.
Dengan dukungan riset yang berkelanjutan serta kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku industri peternakan, pengembangan sapi Bali diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah bagi peternak lokal sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor daging sapi. Optimisme ini mendorong berbagai pihak untuk terus mengembangkan inovasi berbasis potensi ternak lokal sehingga sapi Bali dapat menjadi produk unggulan nasional yang membanggakan Indonesia di masa depan.
Fakta Singkat Kegiatan
Lokasi : Indonesia
Tanggal : 22 Agustus 2020
Peserta : Peneliti, akademisi, dan pemangku kepentingan peternakan
Penyelenggara : Fakultas Peternakan Universitas Mataram
Tokoh Terkait : Prof. Dr. Ir. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si., M.H. (Menteri Pertanian RI saat itu)
Output kegiatan : Penguatan riset dan pengembangan kualitas daging sapi Bali berbasis pakan lokal (Lamtoro Beef).